Nama : Nur Rahma Nugraha
Nim : 1349041004
Kelas : A PG-PAUD
MANFAAT INTEGRASI ICT DALAM LINGKUP PAUD DAN PENJELASAN CONTOH-CONTOHNYA
Secara umum manfaat media pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran lebih afektif dan efisien. Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, dua hal yang teramat penting adalah metode mengajar yang digunakan serta dukungan dari media pengajaran. Kedua aspek tersebut saling terkait datu sama lain. Pemilihan metode pengajaran sangat mempengaruhi media pengajaran yang digunakan. Hal tersebut berarti bahwa pemilihan media pengajaran harus didasarkan pada metode pengajaran yang digunakan. Fungsi dan Manfaat Media Pengajaran yang digunakan sebagai alat bantu dalam peroses belajar mengajar berfungsi untuk: “membangkitkan keinginan dan minat baru , membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh psikologis terhadap siswa”. Dengan demikian penggunaan media pengajaran dapat membawa manfaat besar terhadap keberhasilan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas.
Masih banyak guru saat ini yang menganggap bahwa peran media dalam proses pembelajaran hanya terbatas sebagai alat bantu semata dan boleh diabaikan manakala media itu tidak tersedia di sekolah. Saudara sebagai calon guru TK yang profesional harus memiliki pandangan sebaliknya, yaitu bahwa media itu merupakan bagian integral dari keseluruhan proses pembelajaran. Media pembelajaran merupakan salah satu komponen yang tidak berdiri sendiri, tetapi saling berhubungan dengan komponen lainnya dalam rangka menciptakan situasi belajar yang diharapkan. Tanpa media maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif.
Berikut ini secara lebih mendetail dijelaskan mengenai nilai-nilai yang dimiliki media pembelajaran dalam mengoptimalkan pencapaian hasil belajar. Nilai-nilai media pembelajaran diantaranya adalah sebagai berikut ini. Adapun manfaat itu adalah sebagai berikut:
1. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para siswa. Pengalaman tiap-tiap siswa berbeda, dari latar belakang kehidupan keluarga, lingkungan yang berbeda; maka anak akan mempunyai pengalaman yang berbeda. Ini disebabkan karena berbedanya “kesempatan untuk mengalami” yang diperoleh anak-anak, misalnya : adanya keterbatasan tersedianya buku, bacaan-bacaan, letak geografis, kesempatan berdarmawisata, dan lain-lain. Media pembelajaran dapat mengatasi perbedaan-perbedaan ini jika siswa tidak mungkin untuk dibawa ke objek yang dipelajari, maka objeklah yang dibawa ke siswa.
2. Mengkonkretkan konsep-konsep yang abstrak. Konsep-konsep yang dirasakan masih bersifat abstrak dan sulit dijelaskan secara langsung kepada siswa bisa dikonkretkan atau disederhanakan melalui pemanfaatan media pembelajaran. Misalnya untuk menjelaskan tentang sistem peredaran darah manusia, arus listrik, berhembusnya angin, dan sebagainya bisa menggunakan media gambar atau bagan sederhana
3. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang, dan waktu. Banyak hal yang tidak mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh siswa. Ini disebabkan oleh:
Contohnya :
1. Media Visual
Media visual adalah media yang menyampaikan pesan melalui penglihatan pemirsa atau media yang hanya dapat dilihat. Jenis media visual ini nampaknya yang paling sering digunakan oleh guru untuk membantu menyampaikan isi dari tema pembelajaran yang sedang dipelajari. Media visual terdiri atas media yang dapat diproyeksikan (projected visual) dan media yang tidak dapat diproyeksikan (non-projected visual)
Media Visual Yang Diproyeksikan (Projected Visual)
Media visual yang dapat diproyeksikan pada dasarnya adalah media yang menggunakan alat proyeksi (projector) sehingga gambar atau tulisan tampak pada layar (screen). Media proyeksi ini bisa berbentuk media proyeksi diam, misalnya gambar diam (still pictures) dan media proyeksi gerak, misalnya gambar bergerak (motion pictures).
Alat proyeksi tersebut membutuhkan aliran listrik dan membutuhkan ruangan tertentu yang cukup memadai. Pada sekolah-sekolah yang ada di daerah perkotaan yang memiliki kemampuan untuk mengadakan media proyeksi ini tentu sangat menguntungkan sebab bisa ditata lebih menarik perhatian dibandingkan dengan media yang tidak diproyeksikan.
Jenis alat proyeksi yang saat ini bisa digunakan untuk kegiatan pembelajaran di antaranya adalah Opaque Projection, Overhead Projection (OHP), dan Slide Projection. Ketiga jenis alat proyeksi tersebut, yaitu untuk menampilkan gambar diam (still pictures). Opaque (baca: opek) Media visual yang diproyeksikan pada dasarnya merupakan media yang menggunakan alat proyeksi (disebut proyektor) di mana gambar atau tulisan akan nampak pada layar (screen).
Media proyeksi ini bisa berbentuk media proyeksi diam misalnya gambar diam (still pictures) dan proyeksi gerak misalnya gambar bergerak (motion pictures). Alat proyeksi tersebut membutuhkan aliran listrik dan membutuhkan ruangan tertentu yang cukup memadai. adalah proyektor yang mampu memproyeksikan benda-benda dan gambar/huruf dari halaman buku atau majalah atau lembar kertas biasa. Berbeda dengan proyektor OHP dan slide projector yang memproyeksikan gambar-gambar dan huruf-huruf melalui lembar plastik yang tembus cahaya (transparan).
Untuk menampilkan gambar hidup (motion pictures) bisa menggunakan alat proyeksi yang disebut filmstrips atau film projection. Dengan adanya perkembangan yang sangat pesat dalam dunia media visual yang diproyeksikan, saat ini di sekolah-sekolah yang sudah modern sudah digunakan alat proyeksi LCD dengan berbantuan komputer. Pada sekolah-sekolah yang memiliki kemampuan untuk mengadakan alat proyeksi LCD ini tentu bisa menata pembelajaran secara lebih menarik lagi karena bisa menampilkan berbagai hal yang terkait dengan pencapaian kompetensi/tujuan pembelajaran dibandingkan dengan alat proyeksi lainnya Jenis-jenis alat proyeksi yang biasa digunakan untuk menyampaikan pesan pendidikan untuk siswa diantaranya: OHP (overhead projection) dan slide suara (soundslide). Pada lembaga pendidikan yang ada di daerah perkotaan yang memiliki kemampuan untuk mengadakan alat proyeksi ini tentu sangat menguntungkan sebab kegiatan pembelajaran bisa ditata lebih menarik perhatian dibandingkan dengan media yang tidak diproyeksikan.
Transparancy Overhead adalah suatu karya grafis yang dibuat di atas sehelai plastik yang tembus pandang, kemudian diproyeksikan ke sehelai layar dengan sebuahproyektor overhead (OHP), untuk mengajarkan atau menjelaskan sesuatu. Plastik yang dipakai membuat transparancy OHP berupa plastik khusus. Ada yang disebut kertas acetate, kertas write on 3M dan dari merk-merk lainnya. Namun transparancy overhead dapat pula dibuat dari plastik yang digunakan untuk taplak meja tapi hasilnya jika diproyeksikan agak suram.
Untuk membuat gambaran atau tulisan diatas plastik harus menggunakan spidol khusus visual marker atau signpen dari 3M atau stabilo, ada yang permanen dan ada yang dapat dihapus dengan berbagai ukuran. Dalam pembuatan gambar atau tulisan diusahakan sesederhana mungkin, jangan terlalu ramai, jangan pula mempergunakan bentuk-bentuk yang sulit. Untuk pembuatan gambar cukup berbentuk sederhana/ tidak rumit, sedangkan untuk membuat kalimat jarak antara kata kira-kira 1-1,5 kali lebar huruf dan lebih baik menggunakan warna spidol hitam atau biru, untuk penekanan pokok diberi warna merah. Dalam satu lembar transparan jangan sampai melebihi 7 baris.
Media Visual Tidak Diproyeksikan (Non Projected Visual)
Jenis media visual yang tidak diproyeksikan yang akan dijelaskan dalam kajian ini mencakup : (a) gambar fotografik (b) grafis
a. Gambar Fotografik
Gambar fotografik atau seperti fotografik ini termasuk ke dalam gambar diam/mati (still pictures), misalnya gambar tentang manusia, binatang, tempat atau objek lainnya yang ada kaitannya dengan isi/bahan pembelajaran yang akan disampaikan kepada siswa. Dalam pelaksanaannya, anda dapat melibatkan para siswa untuk mencari gambar diam ini. Gambar fotografik ini ada yang tunggal dan ada pula yang berseri, misalnya fotonovela, yaitu sekumpulan gambar fotografik yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dengan menggunakan media gambar fotografik dalam pembelajaran, yaitu:
a. Dapat menerjemahkan ide/gagasan yang sifatnya abstrak menjadi lebih realistik.
b. Banyak tersedia dalam buku-buku (termasuk buku teks), majalah, surat kabar, kalender dan sebagainya.
c. Mudah menggunakannya dan tidak memerlukan peralatan lain, tidak mahal, bahkan mungkin tanpa mengeluarkan biaya untuk pengadannya.
d. Dapat digunakan pada setiap tahap pembelajaran dan semua mata pelajaran/disiplin ilmu
Adapun media visual yang tidak diproyeksikan terdiri atas media gambar diam/mati. Beberapa karakteristik dari gambar diam/ mati dapat dijelaskan sebagai berikut :
Gambar Diam atau Gambar Mati
Gambar diam atau gambar mati adalah gambar-gambar yang disajikan secara fotografik atau seperti fotografik, misalnya gambar tentang manusia, binatang, tempat, atau objek lainnya yang ada kaitannya dengan bahan/isi tema yang diajarkan. Gambar diam ini ada yang sifatnya tunggal ada juga yang berseri, yaitu berupa sekumpulan gambar diam yang saling berhubungan satu dengan lainnya. Keuntungan yang bisa diperoleh dengan menggunakan media gambar diam ini, diantaranya adalah :
(a) Media ini dapat menerjemahkan ide/gagasan yang sifatnya abstrak menjadi lebih konkrit,
(b) Banyak tersedia dalam buku-buku, majalah, surat kabar, kalender, dan sebagainya,
(c) Mudah menggunakannya dan tidak memerlukan peralatan lain,
(d) Tidak mahal, bahkan mungkin tanpa mengeluarkan biaya untuk pengadaannya,
(e) Dapat digunakan pada setiap tahap pembelajaran dan semua tema.
Ada beberapa kelemahan dari media ini, yaitu terkadang ukuran gambar terlalu kecil jika digunakan pada kelas besar. Gambar diam juga merupakan media dua dimensi dan tidak bisa menimbulkan gerak.
b. Media grafis
Media grafis adalah suatu penyajian secara visual yang menggunakan titik-titik, garis-garis, gambar-gambar, tulisan atau simbol visual yang lain dengan maksud untuk mengikhtisarkan, menggambarkan dan merangkum suatu ide, data atau kejadian.Secara umum fungsi media grafis untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan. Saluran yang dipakai menyangkut indra penglihatan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi visual. Simbol-simbol itu perlu dipahami benar artinya agar proses penyampaian pesan dapat berhasil dan efisien.
Selain fungsi umum tersebut, secara khusus media grafis berfungsi pula untuk menarik perhatian, memperjelas ide, mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan bila tidak digrafiskan. Sebagai acuan untuk memperjelas jenis media yang akan dipilih untuk kegiatan pembelajaran, kita harus mengenal karakteristik media grafis, yang secara umum meliputi hal-hal sebagai berikut:
Ciri-ciri Media Grafis
(a) Media dua dimensi artinya hanya memiliki ukuran panjang dan lebar saja, sehingga hanya dilihat dari satu arah bagian depannya saja.
(b) Media visual diam artinya pesan yang disampaikan hanya dapat diterima melalui indera mata dengan tidak menunjukkan unsur gerak pada medianya.
Adapun Kelebihan / Keuntungan Media Grafis.
(a) Bentuk medianya sederhana sehingga mudah pembuatannya.
(b) Lebih ekonomis karena biayanya relatif murah, dapat dipakai berkali-kali.
(c) Bahan dan alat produksinya mudah diperoleh.
(d) Mampu mengatasi keterbatasan ruang dan waktu
(e) Penggunaanya tanpa menggunakan peralatan khusus dan mudah penempatannya.
(f) Jelas dan hanya sedikit memerlukan informasi tambahan.
(g) Dapat membandingkan suatu perubahan.
(h) Dapat divariasikan anatara media grafis yang satu dengan yang lainya.
Sedangkan Kekurangan/Kelemahan Media Grafis
(a) Tidak dapat menjangjau kelompok penerima pesan yang besar
(b) Hanya menekankan persepsi indra penglihatan saja
(c) Tidak menampilkan unsur “audio dan motion”
Media grafis adalah media pandang dua dimensi (tapi bukan fotografik) yang dirancang secara khusus untuk mengkomunikasikan pesan-pesan pembelajaran. Unsur-unsur yang terdapat dalam media grafis ini adalah gambar dan tulisan. Media ini dapat digunakan untuk mengungkapkan fakta atau gagasan melalui penggunaan kata-kata, angka serta bentuk simbol (lambang). Bila saudara akan menggunakan media grafis ini saudara harus memahami dan mengerti arti simbol-simbolnya sehingga media ini akan lebih efektif untuk menyajikan isi tema kepada anak.
Beberapa jenis media grafis yang lazim dipakai dalam proses pembelajaran di lembaga sekolah, diantaranya akan kita bahas berikut ini:
(1) Sketsa.
Sketsa adalah gambar yang sederhana, atau draft kasar yang melukiskan bagian-bagian pokok dari bentuk objek tanpa detail. Sketsa bisa dibuat diatas kertas gambar dengan satu yang dipersiapkan untuk materi tertentu, dan dapat juga langsung pada papan tulis sambil guru menerangkan dengan menggunakan kapur biasa. Sketsa selain dapat menarik perhatian murid menghindari verbalisme, juga dapat memperjelas penyampaian dengan harga murah dibandingkan dengan media apapun.
Gambar merupakan bahasa bentuk/rupa yang umum, yang dapat dimengerti dinikmati dimana-mana. Gambar yang dimaksud dalam media grafis adalah gambar karya tangan dan bukan foto hasil teknik fotografi. Penyajian objek melalui gambar dapat mengungkapkan bentuk nyata maupun kreasi khayalan belaka sesuai dengan bentuk yang pernah dilihat orang yang menggambarkannya. Kemampuan gambar dapat berbicara lebih banyak daripada seribu kata sehingga dapat memperjelas suatu masalah karena sifatnya konkrit. Kelebihan lain dari gambar yaitu dapat mengatasi keterbatasan ruang dan waktu, keterbatasan kemampuan pengamatan guru, selain harga yang murah dan mudah dipergunakan tanpa memerlukan peralatan khusus. Selain kelebihan-kelebihan tersebut, gambar juga memiliki beberapa kelemahan yaitu hanya menekankan persepsi indra mata dan karena ukurannya hanya terbatas untuk kelompok besar sehingga kalau gambarnya terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran.
(3) Grafik.
Grafik adalah pemakaian lambang visual untuk menjelaskan perkembangan sesuatu keadaan dengan menggunakan titik, garis atau bentuk-bentuk dan diberi keterangan yang sesuai. Tujuan penggunaan grafik yaitu untuk menjelaskan data statistik secara visual, untuk memperlihatkan hubungan dan perbandingan, pertumbuhan, perkembangan, perubahan secara kuantitatif dengan jelas. Dilihat dari bentuk penampilannya dikenal beberapa jenis grafik, yaitu grafik garis, grafik batang, grafik balok, grafik lingkaran, dan grafik bergambar. Kelebihan grafik sebagai media yaitu dapat memungkinkan kita mengadakan analisis, interpretasi, dan perbandingan antara data-data yang disajikan baik dalam hal ukuran, jumlah, pertumbuhan, dan arah. Hal ini karena penyajian data pada grafik jelas, cepat menarik, ringkas dan logis.
(4) Bagan.
Bagan merupakan penyajian ide-ide atau konsep-konsep secara visual yang sulit bila hanya disampaikan secara tertulis atau lisan. Bagan juga mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari suatu presentasi. Dalam bagan terdapat juga media grafis yang lain seperti gambar, diagram, kartun atau lambang-lambang verbal. Maksud penggunaannya dalam pembelajaran ialah untuk memperlihatkan adanya hubungan, perkembangan, atau perbandingan antara fakta inti dan buah pikiran. Tujuan penggunaan bagan yaitu untuk menerangkan suatu ide secara simbolis, merangkum suatu keterangan secara sistematis, memperlihatkan hubungan antar data, memperlihatkan pertimbuhan suatu struktur dengan memakai garis-garis, lambang-lambang dan gambar-gambar. Bagan atau chart ditinjau dari bentuk penyajiannya secara garis besar digolongkan menjadi dua, yaitu:
a.) Bagan yang menyajikan pesan bertahap, contohnya bagan balik (flip chart) dan bagan tertutup (hidden chart).
b.) Bagan yang menyajikan pesan sekaligus, contohnya bagan pohon (tree chart), bagan arus (flow chart), bagan garis waktu (time line chart) dan kebalikan dari bagan pohon (stream chart).
(5) Poster.
Poster merupakan media grafis perpaduan antara gambar dengan tulisan untuk menyampaikan informasi, saran, seruan, peringatan dan ide-ide lain. Pada poster hanya memberikan tekanan pada satu atau dua ide pokok sehingga dapat dimengerti hanya dengan melihat sepintas lalu.
a.) Gambarnya sederhana berbentuk natural atau silhuet.
b.) Menyajikan satu ide untuk mencapai satu tujuan pokok.
c.) Tidak banyak warna.
d.) Tulisan selogan ringkas, jitu, dan jelas.
Adapun fungsi poster sebagai media pendidikan yaitu sebagai bahan untuk mengembangakan ide, sebagai peringatan, sebagai alat membangkitkan, motivasi dan rasa estestis, sebagai alat pendidikan preventiv.
(6) Kartun dan karikatur.
Gambaran tentang seseorang, suatu buah pikiran atau keadaan dapat dituangkan dalam bentuk lukisan yang lucu atau menggelikan yang biasa disebut dengan nama kartoon atau karikatur.
Dalam perkembangannya dewasa ini kartun dapat dibedakan dari karikatur dilihat dari segi visualisasinya, yaitu :
- Kartoon gambarnya berbentuk seri dan berwarna, lebih bersifat menghibur sehingga selalu dipadukan dengan unsur teks dalam adegannya.
- Karikatur gambarnya berbentuk tunggal atau tiga adegan dan hitam putih, lebih bersifat mengeritik atau menyindir sehingga tidak menggunakan unsur teks berupa kalimat. Gambarnya stereotipe.
Tujuan penggunaan kartun karikatur dalam pembelajaran, yaitu sebagi bahan penggerak perhatian, untuk menyerahkan perubahan tingkah laku atau sikap tertentu, sebagai ilustrasi dari suatu pokok masalah atau pelajaran, sebagai alat mempertinggi motivasi dan keaktifan.
(7) Peta datar.
Peta adalah penyajian visual yang merupakan gambaran datar dari permukaan bumi atau sebagian dari padanya dengan menggunakan titik-titik, garis-garis dan simbol visual lainnya, sehingga dapat menggambarkan lokasi suatu tempat, luas, jarak antar tempat, dan keadaan dalam bentuk perbandingan dengan menggunakan skala tertentu. Pada biasanya digunakan sebagai media dalam pelajaran ilmu bumi atau ilmu pengetahuan sosial pada umumnya. Jenis-jenis peta ditinjau dari segi isinya terdiri dari peta keadaan alam, peta politik atau kenegaraan, peta ekonomi, peta ethologi dan peta sejarah. Sedangkan ditinjau dari segi bentuknya, ada yang berbentuk tiga dimensi seperti peta timbul dan global, dan bentuk dua dimensi sebagai karya grafis seperti pada garis besar pada papan tulis, peta yang tetap yang dikenal dengan peta buta, peta dinding, dan kumpulan peta-peta berupa buku yang disebut atlas.
2. Media Audio
Media audio adalah media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif (hanya dapat didengar) yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan anak untuk mempelajari isi tema. Contoh media audio yaitu program kaset suara dan program radio. Penggunaan media audio dalam kegiatan pembelajaran pada umumnya untuk melatih keterampilan yang berhubungan dengan aspek-aspek keterampilan mendengarkan. Dari sifatnya yang auditif, media ini mengandung kelemahan yang harus diatasi dengan cara memanfaatkan media lainnya.
Terdapat beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan apabila akan menggunakan media audio untuk siswa yaitu:
(a) Media ini hanya akan mampu melayani secara baik mereka yang sudah memiliki kemampuan dalam berpikir abstrak. Sedangkan guru perlu mempertimbangkan penerapannya pada anak usia dini, karena pada fase ini anak dalam kategori cara berpikir secara konkrit, oleh karena itu penggunaan media audio bagi anak-anak perlu dilakukan berbagai modifikasi disesuaikan dengan kemampuan anak.
(b) Media audio ini memerlukan pemusatan perhatian yang lebih tinggi dibanding media lainnya, oleh karena itu jika akan menggunakan media audio untuk anak-anak usia dini, dibutuhkan teknik-teknik tertentu yang sesuai dengan kemampuan anak.
(c) Karena sifatnya yang auditif, jika Anda ingin memperoleh hasil belajar yang yang dicapai anak lebih optimal, diperlukan juga pengalaman-pengalaman secara visual. Kontrol belajar bisa dilakukan melalui penguasaan perbendaharaan kata-kata, bahasa, dan susunan kalimat.
3. Media Audiovisual
Sesuai dengan namanya, media ini merupakan kombinasi dari media audio dan media visual atau biasa disebut media pandang-dengar. Dengan menggunakan media audiovisual ini maka penyajian isi tema kepada anak akan semakin lengkap dan optimal. Selain itu media ini dalam batas-batas tertentu dapat menggantikan peran dan tugas guru. Dalam hal ini guru tidak selalu berperan sebagai penyampai materi karena penyajian materi bisa diganti oleh media. Peran guru bisa beralih menjadi fasilitator belajar, yaitu memberikan kemudahan bagi anak untuk belajar. Contoh dari media audiovisual ini diantaranya program televisi/video pendidikan/instruksional, program slide suara, dan sebagainya.